Rabu, 19 September 2012

Janganlah anggap remeh bila BAB Berdarah

Janganlah anggap remeh bila anda kerap alami sukar buang air besar ( bab ). terlebih, bila feses ( tinja ) yang keluar dibarengi darah atau buang air besar berdarah. sesaat, anda telah berapa kali lakukan penyembuhan ke dokter. lantaran mungkin saja ini bukan hanya tanda-tanda ambeien biasa. namun adalah tanda-tanda kanker usus. bagaimana ini dapat terjadi ? 
sepanjang ini tidak sedikit orang yang berasumsi biasa bila bab tidak lancar. namun keadaan ini tidak dapat dilewatkan terus-menerus. 
menurut dokter spesialis bedah riswan joni, lebih kurang 15 % dari angka kasus baru kanker yaitu kanker kolon ( usus besar ). risiko paling tinggi kanker type ini, kata dia, ada pada kelompok usia 40 th. ke atas. tetapi, tidak tertutup kemungkinan menyerang yang lebih muda. 
umumnya tanda-tanda yang timbul berbentuk beragam masalah pencernaan, layaknya buang air besar berdarah, sulit buang angin, atau anemia ( kurang darah ). 

Umumnya, bila ini terjadi dokter akan mengevaluasi, apakah darah itu menetes setelah feses keluar atau bercampur dengan kotoran. lantas dicek kembali, apakah tak hanya darah, ada lendir yang menyertainya. keraguan kanker usus besar yaitu waktu dokter mendeteksi adanya darah yang menetes setelah kotoran keluar serta ada lendir, tuturnya waktu didapati di tempat tinggal sakit mayang medical center ( mmc ), baru-baru ini. 
selanjutnya, riswan memaparkan, bila usus besar sebelah kanan yang diserang kanker, tak ada perdarahan yang nyata. sifat darahnya samar, hingga pasien mendadak kurang darah atau didalam keadaan anemia. bila yang terkena kanker usus besar sebelah kiri, biasanya penderita akan mengeluarkan darah serta lendir. "tapi bukan hanya bermakna bab berdarah yaitu kanker. dapat ambien biasa. namun, bila terus menerus walau telah ada penyembuhan ini butuh dicurigai, " tuturnya. 

Menurut dr riswan, pada kasus stadium lanjut ini juga bisa mengakibatkan anoreksia. masalah kritis di saluran pencernaan bikin penderita jadi tidak nafsu makan. 
ia menyebutkan, tanda-tanda kanker kolon ditandai adanya pergantian didalam pola bab atau defekasi, layaknya adanya rasa nyeri di perut bagian bawah yang tidak kunjung pulih, serta ambeien yang terjadi terus-menerus. ambeien dapat jadi tanda-tanda awal seseorang menderita kanker kolon, tuturnya. 
tak hanya itu, masalah pada usus besar dapat dipandang melalui wujud kotorannya. tentang pemicunya, riswan menyebutkan belum diketahui tentu. tetapi dari penelitian beberapa pakar, ada lebih dari satu faktor risiko yang dapat mengakibatkan terjadinya kanker usus ini. 

Dari hasil sebanyak penelitian, mendapatkan peran enzim cyclooxygenase-2 atas timbulnya kanker usus besar--menurut riswan, juga terhitung di antara faktor itu. cikal akan sel kanker pada usus besar yang ditemukan masih difaktori genetik serta tuturan makanan yang melalui usus besar. 
faktor yang lain, kanker nampak lantaran tuturan beberapa bahan karsinogen yang terjadi disebabkan masalah metabolisme tubuh, layaknya yang ditemukan pada obesitas. dari seluruh type kanker, kanker usus besar sangat di pengaruhi oleh makanan yang berbentuk karsinogenik. 
tak hanya itu, menurut dia, pola makan yang kaya kolesterol, tinggi lemak, miskin serat, rendah kalsium, kurang mengonsumsi buah-buahan, dan rutinitas merokok serta mengonsumsi alkohol turut menyumbangkan risiko buat terkena kanker ini.

Cara Mengelola Keuangan Keluarga

Problem keuangan keluarga yaitu perihal yang umum dialami keluarga muda, terlebih di tahun-tahun pertama melakukan kehidupan berumahtangga. belum lagi si kecil tidak lama lantas ada di dalam anda serta pasangan. apakah benar masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga ? "seringkali masalahnya bukan hanya terletak pada pendapatan yang kurang, namun rutinitas yang salah saat mengelola duit, " ungkap ligwina hananto, pakar perencanan keuangan didalam sesuatu acara ayahbunda sekian waktu lantas. nyatanya, didalam kenyataan, seorang bapak yang berpendapatan beberapa ratus juta rupiah dapat alami shock saat mendapatkan uangnya tinggal rp. 500. 000, 00 sebelum saat akhir bln.. 

ligwina berikan lebih dari satu kunci buat mengelola keuangan keluarga dengan simpel : 

1. pahami portfolio keuangan keluarga anda. jangan sempat anda tidak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telephone, servis mobil, belanja, cost periksa dokter serta yang lain. anda mesti tahu berapakah hutang kartu kredit, utang bank atau cicilan tempat tinggal serta mobil. 

2. susun gagasan keuangan atau biaya. gagasan keuangan yang realistis menolong anda bersikap obyektif masalah pengeluaran yang berlebihan. tidak butuh terlampau ideal, hingga lupa keperluan diri sendiri. tidak ada salahnya memasukkan keperluan pergi ke salon, spa atau clubbing. yang perlu, anggarkan jumlah yang realistis serta anda lalu mesti patuh dengan biaya tersebut. 

3. pikirkan lebih seksama pengertian pada "butuh" serta "ingin". tidak jarang kita membelanjakan duit buat perihal yang tidak terlampau perlu atau cuma didorong keinginan, bukan hanya keperluan. bikinlah daftar berbentuk tabel yang terdiri dari kolom buat item belanja, keperluan serta keinginan. sesudah isi kolom item belanja, isilah kolom "kebutuhan" serta "keinginan" dengan sinyal cek ( v ). dari sini pertimbangkan dengan lebih masak, benda atau perihal yang butuh anda beli/penuhi atau tidak. 

4. jauhi hutang. godaan buat hidup konsumtif makin besar. namun bukan hanya bermakna dengan gampang anda beli beragam benda dengan kredit. tumbuhkan rutinitas keuangan yang sehat diawali dari yang simpel, layaknya tidak mempunyai hutang konsumtif. 

5. meminimalkan belanja konsumtif. bersua rekan lama buat bertukar pikiran di kafe kadang-kadang memanglah butuh, namun tidak bermakna anda mesti mengerjakannya di tiap-tiap jumat sore. anda dapat pakailah pengeluaran ini buat menabung atau memenuhi keperluan lain. 

6. tentukan tujuan atau dambaan finansial. susun tujuan keuangan yang pingin anda raih dengan berkala, berbarengan pasangan. tentukan tujuan spesifik, realistis, terukur serta didalam kurun waktu spesifik. tujuan ini menolong anda lebih konsentrasi merancang keuangan. contohnya, bercita-cita mempunyai dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan seterusnya. 

7. menabung, menabung, menabung. ganti rutinitas serta pola pikir. selekasnya sesudah terima gaji, sisihkan buat tabungan didalam jumlah yang sudah anda rencanakan cocok tujuan atau dambaan finansial keluarga anda. baiknya, anda mempunyai rekening terpisah buat tabungan serta keperluan sehari-hari. 

8. berinvestasilah ! pasti anda tidak akan senang dengan cuma menanti tabungan membumbung. walau sebenarnya dambaan anda buat keluarga "selangit". inilah waktu yang pas buat juga memikirkan investasi. saat ini memiliki bentuk macam-macam. takut akan risiko investasi ? ! tidak butuh cemas, anda cuma butuh studi pada ahlinya. tanyakan keuangan anda dengan pakar keuangan yang handal !

Kesalahan Merawat Kulit

Bagaimana cara perawatan kulit yang benar? Telah menggunakan beragam product perawatan wajah yang mahal, namun kulit belum juga mulus cocok dengan yang anda kehendaki ? hmm... coba cermat kembali rutinitas anda merawat wajah sehari-hari. lantaran menurut dokter kulit dari new york, dr jeannette graf, nyatanya ada lebih dari satu kekeliruan yang sering dikerjakan beberapa wanita waktu merawat kulit wajah. yakinkan anda tidak lakukan di antara diantaranya : 

1. tidak bersihkan wajah sebelum saat tidur 
kita nyatanya sangat kerap lakukan kekeliruan pada malam hari. didalam keadaan tubuh yang telah capek, kita lantas malas lakukan perihal yang sifatnya teratur, terhitung bersihkan wajah sebelum saat tidur. terkadang banyak orang yang tidur dengan kosmetik masih melekat di wajah. perihal ini akan jadi masalah untuk proses regenerasi kulit yang terjadi waktu tidur, ungkap graf. 

buat menangani rasa malas atau kelelahan hingga lupa bersihkan wajah, tempatkan perlengkapan pembersih muka di samping area tidur. graf mengungkap bahwa perihal ini dapat menolong anda lebih gampang menggapai pembersih kosmetik ini apalagi didalam kondisi mengantuk walaupun. 

2. tidak membersihkan muka di pagi hari 
membersihkan muka pada pagi hari butuh dikerjakan buat bersihkan muka dari semua racun didalam tubuh, serta sisa kosmetik yang kemungkinan masih melekat. waktu tidur, kulit terus bekerja buat lakukan regenerasi serta bersihkan kulit dari semua macam kotoran yang ada. walau telah membersihkan muka di malam hari, baiknya ulangilah lagi delapan jam lantas, tuturnya. 

3. memakai sabun wajah berparfum 
minyak wangi yang dimaksud yaitu tambahan pewangi atau aroma wangi didalam sabun wajah. barangkali ini tidak tampak beresiko, tetapi tambahan pewangi akan jadi masalah untuk serta menghambat pembentukan lemak alami pada kulit. akhirnya, kulit akan jadi kering atau alami iritasi. 

4. terus-terusan membersihkan muka 
waktu muka merasa lengket, kotor, atau kepanasan, membersihkan muka mungkin saja langkah yang ampuh buat menyegarkannya kembali. tetapi, hati-hatilah bila anda terus-terusan membersihkan wajah. waktu membersihkan muka, umumnya anda akan menggosok kulit wajah. tekanan yang terlampau keras atau sabun muka dengan kandungan yang terlampau keras serta struktur yang kasar akan bikin kulit jadi kemerahan serta kering. air sesungguhnya juga adalah di antara perihal yang dapat bikin kulit jadi kering. 

5. memakai make-up waktu olahraga 
waktu akan berolahraga, ingatlah buat tidak berdandan terlebih dulu. make-up akan bikin kulit tidak dapat bernapas, serta bikin kulit jadi lebih panas. justru anda mesti bersihkan muka sebelum saat olahraga, supaya keringat tidak bercampur dengan debu atau sisa kosmetik yang melekat di wajah serta menyumbat pori-pori.

Senin, 17 September 2012

Penyebab Susah Buang Air Besar

sembelit atau sulit buang air besar sama susahnya dengan diare atau keseringan buang air besar. pemicunya tidak senantiasa kurang serat, dapat juga dipicu oleh sebab-sebab tidak terduga contohnya tidak kerasan tinggal di satu area. 

biasanya, pemicu susah buang air besar atau disebut juga konstipasi yaitu jarang makan serat serta kurang banyak minum air putih. oleh sebab itu, sembelit banyak dialami orang-orang yang jarang makan sayur serta buah walau sebenarnya kerap makan daging-dagingan. 

1. stres 
faktor psikologis dapat merubah manfaat sistem sarah dengan keseluruhan. contohnya pada orang stres, saraf-saraf pencernaan dapat terganggu hingga gerak peristaltik usus tidak berperan dengan normal serta mengakibatkan yaitu sulit buang air besar. bila bukan hanya dipicu oleh karena lain, jadi sembelit lantaran stres tak perlu diatasi dengan obat tetapi cukup hindiri stres. berlebihan gunakan obat justru dapat mengakibatkan usus malas lantaran ketergantungan. 

2. tidak kerasan tinggal di satu tempat 
di antara mitos menyebutkan, tandanya orang kerasan atau betah tinggal di satu area yaitu segera lancar buang air besar di sekian hari pertama. jikalau sulit keluar, itu tandanya tidak kerasan atau jadi tidak nyaman dengan lingkungan barunya. walau hanya mitos, kecenderungan ini kerap dapat dibuktikan benar lantaran memanglah terkait dengan poin pada mulanya yaitu stres. rasa tidak nyaman di sesuatu lingkungan baru adalah di antara wujud stres kejiwaan yang dapat menyebabkan sembelit.

TIPS TERUJI UNTUK CEPAT HAMIL

Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimanakah cara cepat hamil yang benar.kelihatannya telah beragam macam panduan buat cepat hamil yang kita dengar.. baik dari rekan, keluarga, ataupun saudara. tips-tips tersebut ada yang sukses dengan baik, tetapi banyak juga yang tidak
dari lusinan apalagi beberapa puluh panduan yang sempat didapat, menurut pengalaman yang dihimpun dari pasangan-pasangan yang sudah sukses hamil, serta referensi medis yang terpercaya, tersebut 5 panduan sudah teruji dengan baik yang layak buat anda pertimbangkan : 

#1 - rencanakanlah waktu terkait anda 
di antara panduan terutama buat cepat hamil yaitu dengan berencana waktu buat terkait anda dengan pasangan. 
sperma bisa hidup sepanjang max 5 hari didalam rahim. lantaran itu buat menambah peluang terjadinya kehamilan, kerjakan jalinan 2 hari sebelum saat waktu ovulasi/ keluarnya sel telur. 
buat tahu kapan terjadinya ovulasi, ada langkah'>cara-cara yang bisa dipakai : 
- sistem kalender 
- suhu tubuh basal /basal body temperatur 
- elastisitas lendir serviks 
- serta yang teranyar, strip penguji waktu subur ( bisa dibeli di apotik paling dekat dengan nama 
fertility


#2 - stop merokok serta minuman beralkohol 
berdasar studi yang baru saja dipublikasikan oleh konferensi eshre ( human reproduction & embryology ) di barcelona, minuman mengandung alkohol bisa turunkan tingkat peluang wanita buat hamil dengan normal sejumlah 44%, serta 28% buat wanita perokok. apalagi merokok bukan sekedar akan punya pengaruh pada tingkat kesuburan saja.. tetapi juga bisa menambah efek kelainan kehamilan pada sang calon janin kelak. 

#3 - minum vitamin 
buat cepat hamil, mengonsumsi vit. ataupun type makanan memiliki kandungan zat-zat diperlukan buat kesuburan amatlah perlu buat anda serta pasangan. 

vit. c, di antaranya, bisa menambah mutu sperma. 
vit. e bisa menambah kesuburan pria serta wanita. 

serta wanita yang mengonsumsi asam folat mempunyai peluang hamil yang tambah baik di banding mereka yang tidak mengkonsumsinya. asam folat juga bertindak perlu didalam pembentukan tabung otak sang janin kelak.

Cara Merawat Rambut

Dibawah ini adalah cara cara merawat rambut dari berbagai sumber:

1. bersihkan rambut dengan teratur 
supaya kebersihan rambut serta kulit kepala terjaga, upayakan sekurang-kurangnya bersihkan rambut anak dua hari sekali. baiknya, kegiatan membersihkan rambut untuk anak tidak terlampau lama. satu atau dua menit lalu cukup. seterusnya, dibilas sampai bersih. kebersihan rambut dapat menolong lancarnya sirkulasi darah pada kulit kepala. rambut yang bersih juga menolong kurangi stres serta menolong jaringan metabolisme supaya terus tumbuh serta berkembang dengan normal. kutu rambut lalu tidak diberi peluang buat hidup. rambut wangi, bersih, serta segar. 

namun pada bayi, keramas bisa dikerjakan satu atau 2 x 1 minggu. ingat, rambut bayi tidak terlampau kotor, tak hanya tidak mengeluarkan banyak keringat. rambut bayi juga tidak selebat rambut orang dewasa. 1 minggu sekali bersihkan kulit kepalanya memakai baby oil lantas selekasnya keramas. 

2. tentukan sampo yang tepat 
dianjurkan beli sampo berkwalitas baik yang dapat menyingkirkan minyak, sisik kepala, serta bikin rambut si kecil lantas lebih lemas, mudah disisir, dan tidak gampang kusut. masih banyak sampo pilihan buat anak. namun buat bayi, pastikan yang bahan aktifnya tidak mengiritasi mata serta tidak menyebabkan alergi. 

3 pilah-pilih sisir 
pakailah sisir yang bergigi renggang atau sikat rambut yang tidak tajam. sisiri rambut anak dengan lembut. apabila tidak, salah-salah langkah rambut si kecil jadi rusak serta rontok. buat jadi acara menyisiri rambut ini jadi arena buat tunjukkan kasih sayang serta menjalin kedekatan. 

kesehatan rambut erat kaitannya dengan penentuan sisir yang pas. sisir yang kurang baik akan gampang mengakibatkan rambut rusak atau rontok. jauhi beli sisir memiliki bahan nilon lantaran berisiko mengakibatkan rambut gampang patah. walau tampak style, sisir memiliki bahan metal juga bisa mengakibatkan kerusakan rambut. janganlah lupa, bersihkan sikat dari sisa rambut yang tersangkut. bersihkan dengan air hangat sampai bersih. buat bayi, pakailah senantiasa sisir bayi yang lembut. 

4. gunting rambut 
guntinglah rambut dengan teratur. tak hanya buat melindungi tampilan, rambut yang pendek juga meringankan orangtua melindungi kebersihan rambut. memotong rambut juga bermanfaat supaya ujung-ujung rambut terus sehat, tidak bercabang, gampang patah, atau kering. apalagi buat bayi, orangtua dapat menggunduli anak didalam sekian waktu spesifik. tak hanya rambut serta kulit kepala bayi gampang dibersihkan, rambut yang baru akan tumbuh lebih lebat serta hitam.

Jumat, 14 September 2012

Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran

Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan.

Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Kata kunci : komunikasi, pembelajaran.

A. Pendahuluan

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang ini sedang menjadi sorotan dan harapan banyak orang di Indonesia. Wujud dari proses pendidikan yang paling riil terjadi di lapangan dan bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa kegiatan belajar mengajar pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan belajar mengajar atau sering disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan yang output-nya berupa sumber daya manusia.

Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.

B. Komunikasi dan Pembelajaran

1. Pengertian Komunikasi

Banyak pendapat dari berbagai pakar mengenai definisi komunikasi, namun jika diperhatikan dengan seksama dari berbagai pendapat tersebut mempunyai maksud yang hampir sama. Menurut Hardjana, sebagaimana dikutip oleh Endang Lestari G (2003) secara etimologis komunikasi berasal dari bahasa Latin yaitu cum, sebuah kata depan yang artinya dengan, atau bersama dengan, dan kata umus, sebuah kata bilangan yang berarti satu. Dua kata tersebut membentuk kata bendacommunio, yang dalam bahasa Inggris disebut communion, yang mempunyai makna kebersamaan, persatuan, persekutuan, gabungan, pergaulan, atau hubungan. Karena untuk ber-communio diperlukan adanya usaha dan kerja, maka katacommunion dibuat kata kerja communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, tukar menukar, membicarakan sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, atau berteman. Dengan demikian, komunikasi mempunyai makna pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau hubungan.

Evertt M. Rogers mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang di dalamnya terdapat suatu gagasan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima dengan tujuan untuk merubah perilakunya. Pendapat senada dikemukakan oleh Theodore Herbert, yang mengatakan bahwa komunikasi merupakan proses yang di dalamnya menunjukkan arti pengetahuan dipindahkan dari seseorang kepada orang lain, biasanya dengan maksud mencapai beberapa tujuan khusus. Selain definisi yang telah disebutkan di atas, pemikir komunikasi yang cukup terkenal yaitu Wilbur Schramm memiliki pengertian yang sedikit lebih detil. Menurutnya, komunikasi merupakan tindakan melaksanakan kontak antara pengirim dan penerima, dengan bantuan pesan; pengirim dan penerima memiliki beberapa pengalaman bersama yang memberi arti pada pesan dan simbol yang dikirim oleh pengirim, dan diterima serta ditafsirkan oleh penerima.(Suranto : 2005)

Tidak seluruh definisi dikemukakan di sini, akan tetapi berdasarkan definisi yang ada di atas dapat diambil pemahaman bahwa :

a. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses penyampaian informasi.

Dilihat dari sudut pandang ini, kesuksesan komunikasi tergantung kepada desain pesan atau informasi dan cara penyampaiannya. Menurut konsep ini pengirim dan penerima pesan tidak menjadi komponen yang menentukan.

b. Komunikasi adalah proses penyampaian gagasan dari seseorang kepada orang lain. Pengirim pesan atau komunikator memiliki peran yang paling menentukan dalam keberhasilan komumikasi, sedangkan komunikan atau penerima pesan hanya sebagai objek yang pasif.

c. Komunikasi diartikan sebagai proses penciptaan arti terhadap gagasan atau ide yang disampaikan. Pemahaman ini menempatkan tiga komponen yaitu pengirim, pesan, dan penerima pesan pada posisi yang seimbang. Proses ini menuntut adanya proses encoding oleh pengirim dandecoding oleh penerima, sehingga informasi dapat bermakna.

2. Pengertian Pembelajaran

Sardiman AM (2005) dalam bukunya yang berjudul "Interaksi dan Motivasi dalam Belajar Mengajar" menyebut istilah pembelajaran dengan interaksi edukatif. Menurut beliau, yang dianggap interaksi edukatif adalah interaksi yang dilakukan secara sadar dan mempunyai tujuan untuk mendidik, dalam rangka mengantar peserta didik ke arah kedewasaannya. Pembelajaran merupakan proses yang berfungsi membimbing para peserta didik di dalam kehidupannya, yakni membimbing mengembangkan diri sesuai dengan tugas perkembangan yang harus dijalani. Proses edukatif memiliki ciri-ciri :

a. ada tujuan yang ingin dicapai ;

b. ada pesan yang akan ditransfer ;

c. ada pelajar ;

d. ada guru ;

e. ada metode ;

f. ada situasi ada penilaian.

Terdapat beberapa faktor yang secara langsung berpengaruh terhadap proses pembelajaran, yaitu pengajar, mahasiswa, sumber belajar, alat belajar, dan kurikulum (Once Kurniawan : 2005). Association for Educational Communication and Technology (AECT) menegaskan bahwa pembelajaran (instructional) merupakan bagian dari pendidikan. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdiri dari komponen-komponen sistem instruksional, yaitu komponen pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar atau lingkungan.

Suatu sistem instruksional diartikan sebagai kombinasi komponen sistem instruksional dan pola pengelolaan tertentu yang disusun sebelumnya di saat mendesain atau mengadakan pemilihan, dan di saat menggunakan, untuk mewujudkan terjadinya proses belajar yang berarah tujuan dan terkontrol, dan yang : a) didesain untuk mencapai kompetensi tertentu atau tingkah laku akhir dari suatu pembelajaran; b) meliputi metodologi instruksional, format, dan urutan sesuai desain; c) mengelola kondisi tingkah laku; d) meliputi keseluruhan prosedur pengelolaan; e) dapat diulangi dan diproduksi lagi; f) telah dikembangkan mengikuti prosedur; dan g) telah divalidasi secara empirik. (Yusufhadi M, dkk.:1986)

Dengan demikian pembelajaran dapat dimaknai sebagai interaksi antara pendidik dengan peserta didik yang dilakukan secara sengaja dan terencana serta memiliki tujuan yang positif. Keberhasilan pembelajaran harus didukung oleh komponen-komponen instuksional yang terdiri dari pesan berupa materi belajar, penyampai pesan yaitu pengajar, bahan untuk menuangkan pesan, peralatan yang mendukung kegiatan belajar, teknik atau metode yang sesuai, serta latar atau situasi yang kondusif bagi proses pembelajaran.

C. Proses Komunikasi dalam Pembelajaran

1. Proses Komunikasi


Komunikasi adalah suatu proses, bukan sesuatu yang bersifat statis. Komunikasi memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu kelompok.

Pengirim pesan melakukan encode, yaitu memformulasikan pesan yang akan disampaikannya dalam bentuk code yang sedapat mungkin dapat ditafsirkan oleh penerima pesan.Penerima pesan kemudian menafsirkan atau men-decode codeyang disampaikan oleh pengirim pesan. Berhasil tidaknya komunikasi atau tercapai tidaknya tujuan komunikasi tergantung dari ketiga komponen tersebut.

Dilihat dari prosesnya, komunikasi dibedakan atas komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal adalah komunikasi dengan menggunakan bahasa, baik bahasa tulis maupun bahasa lisan. Sedangkan komunikasi nonoverbal adalah komunikasi yang menggunakan isyarat, gerak gerik, gambar, lambing, mimik muka, dan sejenisnya.

Ketercapaian tujuan merupakan keberhasilan komunikasi. Keberhasilan komunikasi tergantung pada faktor-faktor sebagai berikut :

a. Komunikator (Pengirim Pesan)

Komunikator merupakan sumber dan pengirim pesan. Kredibilitas komunikator yang membuat komunikan percaya terhadap isi pesan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi.

b. Pesan yang disampaikan

Pesan harus memiliki daya tarik tersendiri, sesuai dengan kebutuhan penerima pesan, adanya kesamaan pengalaman tentang pesan, dan ada peran pesan dalam memenuhi kebutuhan penerima.

c. Komunikan (Penerima Pesan)

Agar komunikasi berjalan lancar, komunikan harus mampu menafsirkan pesan, sadar bahwa pesan sesuai dengan kebutuhannya, dan harus ada perhatian terhadap pesan yang diterima.

d. Konteks

Komunikasi berlangsung dalam setting atau lingkungan tertentu. Lingkungan yang kondusif sangat mendukung keberhasilan komunikasi.

e. Sistem Penyampaian

Sistem penyampaian berkaitan dengan metode dan media. Metode dan media yang digunakan dalam proses komunikasi harus disesuaikan dengan kondisi atau karakterisitik penerima pesan. (IGAK Wardani : 2005)

Menurut Endang Lestari G dalam bukunya yang berjudul "Komunikasi yang Efektif" ada dua model proses komunikasi, yaitu :

a. Model linier

Model ini mempunyai ciri sebuah proses yang hanya terdiri dari dua garis lurus, dimana proses komunikasi berawal dari komunikator dan berakhir pada komunikan. Berkaitan dengan model ini ada yang dinamakan Formula Laswell. Formula ini merupakan cara untuk menggambarkan sebuah tindakan komunikasi dengan menjawab pertanyaan: who, says what, in wich channel, to whom, dan with what effect.

a. Model sirkuler

Model ini ditandai dengan adanya unsur feedback. Pada model sirkuler ini proses komunikasi berlangsung dua arah. Melalui model ini dapat diketahui efektif tidaknya suatu komunikasi, karena komunikasi dikatakan efektif apabila terjadi umpan balik dari pihak penerima pesan.

Dengan demikian proses komunikasi dapat berlangsung satu arah dan dua arah. Komunikasi yang dianggap efektif adalah komunikasi yang menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan. Dalam proses komunikasi yang baik akan terjadi tahapan pemaknaan terhadap pesan (meaning)yang akan disampaikan oleh komunikator, kemudian komunikator melakukan proses encodingyaitu interpretasi atau mempersepsikan makna dari pesan tadi, dan selanjutnya dikirim kepada komunikan melalui channelyang dipilih. Pihak komunikan menerima informasi dari pengirim dengan melakukan proses decoding, yaitu menginterpretasi pesan yang diterima, dan kemudianmemahaminya sesuai dengan maksud komunikator. Sinkronisasi pemahaman antara komunikan dengan komunikator akan menimbulkan respon yang disebut dengan umpan balik.

1. Desain Pesan dalam Pembelajaran

Pembelajaran sebagai proses komunikasi dilakukan secara sengaja dan terencana, karena memiliki tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Agar pesan pembelajaran yang ingin ditransformasikan dapat sampai dengan baik, maka Malcolm sebagaimana disampaikan oleh Abdul Gaffur dalam handoutkuliah Teknologi Pendidikan PPs UNY (2006) menyarankan agar dosen perlu mendesain pesan pembelajaran tersebut dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :

a. Kesiapan dan motivasi.

Kesiapan disini mencakup kesiapan mental dan fisik. Untuk mengetahui kesiapan mahasiswa dalam menerima belajar dapat dilakukan dengan tes diagnostik atau tes prerequisite.

Motivasi terdiri dari motivasi internal dan eksternal, yang dapat ditumbuhkan dengan pemberian penghargaan, hukuman, serta deskripsi mengenai keuntungan dan kerugian dari pembelajaran yang akan dilakukan.

b. Alat Penarik Perhatian

Pada dasarnya perhatian/konsentrasi manusia adalah jalang, sering berubah-ubah dan berpindah-pindah (tidak focus).Sehingga dalam mendesain pesan belajar, dosen harus pandai-pandai membuat daya tarik, untuk mengendalikan perhatian mahasiswa pada saat belajar. Pengendali perhatian yang dimaksud dapat berupa : warna, efek musik, pergerakan/perubahan, humor, kejutan, ilustrasi verbal dan visual, serta sesuatu yang aneh.

c. Partisipasi Aktif Siswa

Dosen harus berusaha membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran. Untuk menumbuhkan keaktifan mahasiswa harus dimunculkan rangsangan-rangsangan, dapat berupa : tanya jawab, praktik dan latihan, drill, membuat ringkasan, kritik dan komentar, serta pemberian proyek (tugas).

d. Pengulangan

Agar peserta didik dapat menerima dan memahami materi dengan baik, maka penyampaian materi sebaiknya dilakukan berulang kali. Pengulangan dapat berupa : pengulangan dengan metode dan media yang sama, pengulangan dengan metode dan media yang berbeda, previewoverview, atau penggunaan isyarat.

e. Umpan Balik

Dalam proses pembelajaran, sebagaimana yang terjadi pada komunikasi, adanya feedback merupakan hal yang penting. Umpan balik yang tepat dari dosen dapat menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa. Umpan balik yang diberikan dapat berupa : informasi kemajuan belajar siswa, penguatan terhadap jawaban benar, meluruskan jawaban yang keliru, memberi komentar terhadap pekerjaan siswa, dan dapat pula memberi umpan balik yang menyeluruh terhadap performansi mahasiswa.

f. Menghindari Materi yang Tidak Relevan

Agar materi pelajaran yang diterima peserta belajar tidak menimbulkan kebingungan atau bias dalam pemahaman, maka sedapat mungkin harus dihindari materi-materi yang tidak relevan dengan topik yang dibicarakan. Untuk itu dalam mendesain pesan perlu memperhatikan bahwa : yang disajikan hanyalah informasi yang penting, memberikanoutline materi, memberikan konsep-konsep kunci yang akan dipelajari, membuang informasi distraktor, dan memberikan topik diskusi.

Desain pesan pembelajaran merupakan tahapan yang penting untuk dilakukan oleh dosen, agar proses belajar mengajar dapat berlangung secara efektif. Dengan mendesain materi kuliah terlebih dahulu, akan memudahkan dosen dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

2. Komunikasi Efektif dalam Pembelajaran

Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut. Setidaknya terdapat lima aspek yang perlu dipahami dalam membangun komunikasi yang efektif, yaitu :

a. Kejelasan

Hal ini dimaksudkan bahwa dalam komunikasi harus menggunakan bahasa dan mengemas informasi secara jelas, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh komunikan.

b. Ketepatan

Ketepatan atau akurasi ini menyangkut penggunaan bahasa yang benar dan kebenaran informasi yang disampaikan.

c. Konteks

Konteks atau sering disebut dengan situasi, maksudnya adalah bahwa bahasa dan informasi yang disampaikan harus sesuai dengan keadaan dan lingkungan dimana komunikasi itu terjadi.

d. Alur

Bahasa dan informasi yang akan disajikan harus disusun dengan alur atau sistematika yang jelas, sehingga pihak yang menerima informasi cepat tanggap

e. Budaya

Aspek ini tidak saja menyangkut bahasa dan informasi, tetapi juga berkaitan dengan tatakrama dan etika. Artinya dalam berkomunikasi harus menyesuaikan dengan budaya orang yang diajak berkomunikasi, baik dalam penggunaan bahasa verbal maupun nonverbal, agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi. (Endang Lestari G : 2003)

Menurut Santoso Sastropoetro (Riyono Pratikno : 1987) berkomunkasi efektif berarti bahwa komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengertian yang sama tentang suatu pesan, atau sering disebut dengan "the communication is in tune". Agar komunikasi dapat berjalan secara efektif, harus dipenuhi beberapa syarat :

a. menciptakan suasana komunikasi yang menguntungkan

b. menggunakan bahasa yang mudah ditangkap dan dimengerti

c. pesan yang disampaikan dapat menggugah perhatian atau minat bagi pihak komunikan

d. pesan dapat menggugah kepentingan komunikan yang dapat menguntungkan

e. pesan dapat menumbuhkan suatu penghargaan bagi pihak komunikan.

Terkait dengan proses pembelajaran, komunikasi dikatakan efektif jika pesan yang dalam hal ini adalah materi pelajaran dapat diterima dan dipahami, serta menimbulkan umpan balik yang positif oleh mahasiswa. Komunikasi efektif dalam pembelajaran harus didukung dengan keterampilan komunikasi antar pribadi yang harus dimiliki oleh seorang dosen. Komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung secara informal antara dua orang individu. Komunikasi ini berlangsung dari hati ke hati, karena diantara keduabelah pihak terdapat hubungan saling mempercayai. Komunikasi antar pribadi akan berlangsung efektif apabila pihak yang berkomunikasi menguasai keterampilan komunikasi antar pribadi.

Dalam kegiatan belajar mengajar, komunikasi antar pribadi merupakan suatu keharusan, agar terjadi hubungan yang harmonis antara pengajar dengan peserta belajar. Keefektifan komunikasi dalam kegiatan belajar mengajar ini sangat tergantung dari kedua belah pihak. Akan tetapi karena pengajar yang memegang kendali kelas, maka tanggung jawab terjadinya komunikasi dalam kelas yang sehat dan efektif terletak pada tangan pengajar. Keberhasilan pengajar dalam mengemban tanggung jawab tersebut dipengaruhi oleh keterampilannya dalam melakukan komunikasi ini.

Sokolove dan Sadker seperti dikutip IGAK Wardani dalam bukunya membagi keterampilan antar pribadi dalam pembelajaran menjadi tiga kelompok, yaitu :

a. Kemampuan untuk Mengungkapkan Perasaan Mahasiswa.

Kemampuan ini berkaitan dengan penciptaan iklim yang positif dalam proses belajar mengajar, yang memungkinkan peserta didik mau mengungkapkan perasaan atau masalah yang dihadapinya tanpa merasa dipaksa atau dipojokkan. Iklim semacam ini dapat ditumbuhkan oleh dosen dengan dua cara, yaitu menunjukkan sikap memperhatikan dan mendengarkan dengan aktif. Untuk menumbuhkan iklim semacam ini, pendidik harus bersikap: 1) memberi dorongan positif; 2) bertanya yang tidak memojokkan; dan 3) fleksibel.

b. Kemampuan Menjelaskan Perasaan yang Diungkapkan Mahasiswa.

Apabila mahasiswa telah bebas mengungkapkan problem yang dihadapinya, selanjutnya tugas dosen adalah membantu mengklarifikasi ungkapan perasaan mereka tersebut. Untuk kepentingan ini, dosen perlu menguasai dua jenis keterampilan, yaitu merefleksikan dan mengajukan pertanyaan inventori. Pertanyaan inventori adalah pertanyaan yang menyebabkan orang melacak pikiran, perasaan, dan perbuatannya sendiri, serta menilai kefektifan dari perbuatan tersebut. Pertanyaan inventori dapat digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu pertanyaan yang menuntut mahasiswa untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya, pertanyaan yang menggiring mahasiswa untuk mengidentifikasi pola-pola perasaan, pikiran, dan perbuatannya, dan pertanyaan yang menggiring mahasiswa untuk mengidentifikasi konsekuensi/akibat dari perasaan, pikiran, dan perbuatannya.

Agar dapat merefleksikan ungkapan perasaan peserta didik secara efektif, pengajar perlu mengingat hal-hal berikut :

1) Hindari prasangka terhadap pembicara atau topik yang dibicarakan.

2) Perhatikan dengan cermat semua pesan verbal maupun nonoverbal dari pembicara.

3) Lihat, dengarkan, dan rekam dalam hati, kata-kata/perilaku khas yang diperlihatkan pembicara.

4) Bedakan/simpulkan kata-kata/pesan yang bersifat emosional.

5) Beri tanggapan dengan cara memparaphrase kata-kata yang diucapkan, menggambarkan perilaku khusus yang diperlihatkan, dan tanggapan mengenai kedua hal tersebut.

6) Jaga nada suara, jangan sampai berteriak, menghakimi, atau seperti memusuhi.

7) Meminta klarifikasi terhadap pertanyaan atau pernyataan yang disampaikan.

c. Mendorong Mahasiswa untuk Memilih Perilaku Alternatif.

Untuk keperluan ini, dosen harus memiliki kemampuan :

1) Mencari/mengembangkan berbagai perilaku alternatif yang sesuai.

2) Melatih perilaku alternatif serta merasakan apa yang dihayati mahasiswa dengan perilaku tersebut.

3) Menerima balikan dari orang lain tentang keefektifan setiap perilaku alternatif.

4) Meramalkan konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang dari setiap perilaku alternatif.

5) Memilih perilaku alternatif yang paling sesuai dengan kebutuhan pribadi mahasiswa.

Wiranto Arismunandar dalam pidato Apresiasi Guru Besar ITB (2003) mengatakan bahwa, tantangan bagi dosen adalah bagaimana dapat menjelaskan materi kuliah dengan baik, memberikan yang esensial dengan cara yang menarik, percaya diri, dan membangkitkan motivasi para mahasiswanya.Komunikasi dan interaksi di dalam kelas dan di luar kelas sangat menentukan efektivitas dan mutu pendidikan. Dosen yang menjelaskan, mahasiswa yang bertanya; berbicara dan mendengarkan yang terjadi silih berganti, semuanya itu merupakan bagian dari pendidikan yang penting serta berlaku dalam kehidupan yang sejahtera. Bertanya pun harus jelas serta menggunakan bahasa yang baik dan benar, supaya diperoleh jawaban yang baik dan benar pula. Mereka yang pandai mendengarkan sangatlah beruntung karena dapat belajar danmendapatkan informasi lebih banyak. Mahasiswa hendaknya didorong untuk bertanya tentang sesuatu yang belum jelas atau masih memerlukan penjelasan lebih lanjut. Dengan demikian dosen dipacu untuk senantiasa mengikuti perkembangan dan mahasiswa memahami semua materi yang dibahas. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa mutu pendidikan sangat tergantung dari partisipasi dan kontribusi dari semua yang terlibat. Hal tersebut sangat menarik karena baik dosen maupun mahasiswa senang dan merasa perlu datang kuliah. Secara tidak langsung dosen akan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta dapat membaca pikiran atau gagasan mahasiswa (the unborn ideas) serta membantu mahasiswa mengungkapkan pikiran dan gagasannya tersebut.

Komunikasi yang efektif dalam proses pembelajaran sangat berdampak terhadap keberhasilan pencapaian tujuan.Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran informasi dua arah antara komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut. Jika dalam pembelajaran terjadi komunikasi yang efektif antara pengajar dengan mahasiswa, maka dapat dipastikan bahwa pembelajaran tersebut berhasil. Sehubungan dengan hal tersebut, maka para pengajar, pendidik, atau instruktur pada lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan komunikasi yang dimaksud dapat berupa kemampuan memahami dan mendesain informasi, memilih dan menggunakan saluran atau media, serta kemampuan komunikasi antar pribadi dalam proses pembelajaran.

D. Kesimpulan

Pembelajaran sebagai subset dari proses pendidikan harus mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, yang pada ujungnya akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Agar pembelajaran dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan, maka dalam proses pembelajaran harus terjadi komunikasi yang efektif, yang mampu memberikan kefahaman mendalam kepada peserta didik atas pesan atau materi belajar.

Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar adalah pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.

Daftar Pustaka

Arismunandar, Wiranto. (2003). Komunikasi dalam Pendidikan. Departemen Teknik Mesin ITB. Bandung.

Gafur, Abdul. (2006). Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan. PPs UNY. Yogyakarta

Lestari G, Endang dan Maliki, MA. (2003). Komunikasi yang Efektif. Lembaga Administrasi Negara. Jakarta.

Miarso, Yusufhadi. (1986). Definisi Teknologi Pendidikan. Rajawali. Jakarta

Pratikno, R. (1987). Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi. Remadja Karya. Bandung

Sardiman AM. (2005). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Rajawali Press. Jakarta.

Suranto. (2005). Komunikasi Perkantoran. Media Wacana. Yogyakarta

Wardani, IGAK. (2005). Dasar-Dasar Komunikasi dan Keterampilan Dasar Mengajar. PAU-DIKTI DIKNAS. Jakarta.